Senin, 24 Juni 2013

PRINSIP BENTUK SENI



Prinsip bentuk tari untuk seorang koereografer dapat diartikan menjadi dua yaitu:

  1. Kriteria dalam menentukan bahan yang digunakan dalam penciptaan tari
  2. Dasar penilaian estetis dalam hasil akhir komposisi yang ada secara objektif

  •   KESATUAN ( UTNITY )

Dalam sebuah karya rangkaian gerakan tari, perlu diperhatikan akan adanya kesatuan atau unity yang merupakan unsur terpenting dalam sebuah koreografi. Walaupun dalam sebuah tarian terdiri dari banyak gerakan namun semuanya haruslah dapat membentuk suatu kesatuan yang selaras. Karya tari bukan merupakan dua fase yang berbena namun harus menyatu seghingga menghasilkan efek artistic terhadap karya seni tersebut.
  •   KERAGAMAN ( VARIASI )

Walaupun disebutkan bahwa koreografi harus memiliki unsrur kesatuan maun tak lepas juga diri unus yang kedua ini. Variasi sangat dibutuhkan untuk menyajikan karya seni yang tidak monoton bagi yang melihatnya. Namun, dalam penyusunannya keragaman yang ada harus saling berhubungan seghingga tidak merubah makna dari gerakan yangada.
  •   PENGULANGAN (REPETISI)

Apabila dalam suatu rangkaian tari diberi pengulangan atau repetisi akan terlihat bagus jika pengulangan tersebut ditempatkan secara tepat. Penempatan secara tepat itu memabntu dalam memperkuat unsur dramatic dalam karya tari. Selain itu, juga menguatkan arti dan menekankan ritmis yang ada.

  •   KONTRAS
prinsp yang berikutnya yang harus diperhatikan adalah Kontras yaitu prinsip yang dapat diartikan sebagai prinsip perbedaan. Missal keras dengan lembut, lambat dengan cepat, tepat dalam irama dan menyela pada irama, di tempat dan berpindah tempat, dan lain sebagainya.
  •   TRANSISI

Transisi merupakan cara bagaimana gerakan lain tumbuh dari gerakan awal yang telah ada dan digabungkan dengan harmonis sehingga menjadi bagian tari yang lebih besar.
  •    URUTAN (SEQUENCE)

Transisi memiliki hubungan yang erat dengan urutan atau sequence. Inilah yang menjadi permasalahan dalam menyusun atau meletakkan transisi karena transisi haruslah ditempatkan secara logis. Sehingga daapat menciptakan urutan yang memiliki makna.
  •   KLIMAKS

Klimaks haruslah diperhatikan kapan memunculkannya karena klimaks harus labih ditonjolkan dibandingkan gerakan yang lain. Dalam menampilkan klimaks harus memperhatikan beberapa cara seperti : tempo, jangkauan gerak, jumlah penari, menahan gerak atau juga dinamikanya. Tarian yang gagal dalama menampilkan klimaks termasuk dalam dua kriteria tarian berikut :
a.   Tarian yang seolah-olah tidak berkembang sama sekali karena semua komposisinya tetap pada tingkatan yang sama.
b.   Tarian yang terdiri dari serangkaian klimaks kecil yang sama pentingnya. Maka kedua klimaks tadi justru bersifat monoton.
  •   KESEIMBANGAN ATAU BALANCE

Keseimbangan mempunyaib peranan yang sangat panting dalam peyusuanan gerka tari. Selain sebagai alat pengontrol gerak, keseimabangan merupakan pengatur pola lantai dan pengaturan kelompok-kelpmpok penari dalam hubungannya satu sama lain.
  •   HARMONI

Mungkin kalian sudah taka sing dengan kata ini. Namun apakah kalian mengerti dengan yang dimaksud harmoni? Harmoni adalah pengaturan kekuartan yang saling mempengaruhi diantara berbagai macam bagian dari sebuah komposisi.

ELEMEN-ELEMEN DASAR TARI
1.   Gerak
2.  Tubuh
3.  Ruang
4.  Waktu
5.  Tempo
6.  Tenaga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar