Prinsip bentuk tari untuk seorang koereografer dapat diartikan
menjadi dua yaitu:
- Kriteria dalam menentukan bahan yang digunakan dalam penciptaan tari
- Dasar penilaian estetis dalam hasil akhir komposisi yang ada secara objektif
- KESATUAN ( UTNITY )
Dalam sebuah karya rangkaian gerakan tari, perlu
diperhatikan akan adanya kesatuan atau unity yang merupakan unsur terpenting
dalam sebuah koreografi. Walaupun dalam sebuah tarian terdiri dari banyak
gerakan namun semuanya haruslah dapat membentuk suatu kesatuan yang selaras.
Karya tari bukan merupakan dua fase yang berbena namun harus menyatu seghingga
menghasilkan efek artistic terhadap karya seni tersebut.
- KERAGAMAN ( VARIASI )
Walaupun disebutkan bahwa koreografi harus memiliki
unsrur kesatuan maun tak lepas juga diri unus yang kedua ini. Variasi sangat
dibutuhkan untuk menyajikan karya seni yang tidak monoton bagi yang melihatnya.
Namun, dalam penyusunannya keragaman yang ada harus saling berhubungan
seghingga tidak merubah makna dari gerakan yangada.
- PENGULANGAN (REPETISI)
Apabila dalam suatu rangkaian tari diberi
pengulangan atau repetisi akan terlihat bagus jika pengulangan tersebut
ditempatkan secara tepat. Penempatan secara tepat itu memabntu dalam memperkuat
unsur dramatic dalam karya tari. Selain itu, juga menguatkan arti dan
menekankan ritmis yang ada.
- KONTRAS
- TRANSISI
Transisi merupakan cara bagaimana gerakan lain
tumbuh dari gerakan awal yang telah ada dan digabungkan dengan harmonis
sehingga menjadi bagian tari yang lebih besar.
- URUTAN (SEQUENCE)
Transisi memiliki hubungan yang erat dengan urutan
atau sequence. Inilah yang menjadi permasalahan dalam menyusun atau meletakkan
transisi karena transisi haruslah ditempatkan secara logis. Sehingga daapat
menciptakan urutan yang memiliki makna.
- KLIMAKS
Klimaks haruslah diperhatikan kapan memunculkannya
karena klimaks harus labih ditonjolkan dibandingkan gerakan yang lain. Dalam
menampilkan klimaks harus memperhatikan beberapa cara seperti : tempo,
jangkauan gerak, jumlah penari, menahan gerak atau juga dinamikanya. Tarian
yang gagal dalama menampilkan klimaks termasuk dalam dua kriteria tarian
berikut :
a.
Tarian yang seolah-olah tidak berkembang sama sekali
karena semua komposisinya tetap pada tingkatan yang sama.
b.
Tarian yang terdiri dari serangkaian klimaks kecil yang
sama pentingnya. Maka kedua klimaks tadi justru bersifat monoton.
- KESEIMBANGAN ATAU BALANCE
Keseimbangan mempunyaib peranan yang sangat panting
dalam peyusuanan gerka tari. Selain sebagai alat pengontrol gerak,
keseimabangan merupakan pengatur pola lantai dan pengaturan kelompok-kelpmpok
penari dalam hubungannya satu sama lain.
- HARMONI
Mungkin kalian sudah taka sing dengan kata ini.
Namun apakah kalian mengerti dengan yang dimaksud harmoni? Harmoni adalah
pengaturan kekuartan yang saling mempengaruhi diantara berbagai macam bagian
dari sebuah komposisi.
ELEMEN-ELEMEN DASAR TARI
1.
Gerak
2.
Tubuh
3.
Ruang
4.
Waktu
5.
Tempo
6.
Tenaga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar