Senin, 21 April 2014

[ENGLISH LESSON] WHAT WILL YOU DO

WHAT WILL YOU DO ON PRAKERIN?
On the 3rd of March I will do PRAKERIN (Praktik Kerja Industri). PRAKERIN is an industrial training to practicing a vocational students’ skills. We will work as the real Multimedia Crew. All competence we’ve learned at school will explore there. There, we will editing photo, video shooting, photography and some others. We will learn how to be a real multimedia crew, real editor, cameraman, photographer, etc. There, we are not just a student. We will produce some product to people.
In my class there was 33 students and we will do PRAKERIN in different places. Me and some of my friends do PRAKERIN at Anton Photo it’s located at Jalan Godean Km. 14. They are Himah, Isma, Arifah, Fitriana, and Anggit. The distance between our house to Anton Photo is around 25 - 40 KM. Because of long distance we decide to rent a room for 75 days. For 2 Months and 15 days we will stay at boarding house. It’s placed near the Anton Photo so we can just take a walk to go to Anton Photo.
In PRAKERIN we will spend our time together and it will really fun and interesting experience. We will cook foods (breakfast, lunch, dinner) by our self. We will clean our room together, eat, sleep, laugh, and have fun together. We will go to market together and we will spend all days together. We will study together and we’ve planned to watch some films together. We also planned to go to some places there.
I will become really fun and interesting experiences. In spite of having fun, we also have to do our task seriously and always do it together so it can be solved easily. We will work together and stay together for more than 2 months so we must keep our solidarity.
It’s hard to say good bye to our family, friends, pets, and all we have now here but we have to do it. We will really miss them. Even though we will meet our family rarely, we have to contact our family. I will really missed my mother, my father and my brothers. There, we have to be friendly to the others so we they will welcome us. We really hope we will learn more and we will be better at editing and other competitions we learn there.
After we do PRAKERIN we will do exam, so even though we will not learn Physic, English, Chemical, etc. We have to study it so we will past our examination greatly. Amin.

So, Good Bye School we will meet as soon as possible J I will miss you. 

Senin, 24 Juni 2013

PRINSIP BENTUK SENI



Prinsip bentuk tari untuk seorang koereografer dapat diartikan menjadi dua yaitu:

  1. Kriteria dalam menentukan bahan yang digunakan dalam penciptaan tari
  2. Dasar penilaian estetis dalam hasil akhir komposisi yang ada secara objektif

  •   KESATUAN ( UTNITY )

Dalam sebuah karya rangkaian gerakan tari, perlu diperhatikan akan adanya kesatuan atau unity yang merupakan unsur terpenting dalam sebuah koreografi. Walaupun dalam sebuah tarian terdiri dari banyak gerakan namun semuanya haruslah dapat membentuk suatu kesatuan yang selaras. Karya tari bukan merupakan dua fase yang berbena namun harus menyatu seghingga menghasilkan efek artistic terhadap karya seni tersebut.
  •   KERAGAMAN ( VARIASI )

Walaupun disebutkan bahwa koreografi harus memiliki unsrur kesatuan maun tak lepas juga diri unus yang kedua ini. Variasi sangat dibutuhkan untuk menyajikan karya seni yang tidak monoton bagi yang melihatnya. Namun, dalam penyusunannya keragaman yang ada harus saling berhubungan seghingga tidak merubah makna dari gerakan yangada.
  •   PENGULANGAN (REPETISI)

Apabila dalam suatu rangkaian tari diberi pengulangan atau repetisi akan terlihat bagus jika pengulangan tersebut ditempatkan secara tepat. Penempatan secara tepat itu memabntu dalam memperkuat unsur dramatic dalam karya tari. Selain itu, juga menguatkan arti dan menekankan ritmis yang ada.

  •   KONTRAS
prinsp yang berikutnya yang harus diperhatikan adalah Kontras yaitu prinsip yang dapat diartikan sebagai prinsip perbedaan. Missal keras dengan lembut, lambat dengan cepat, tepat dalam irama dan menyela pada irama, di tempat dan berpindah tempat, dan lain sebagainya.

KREATIVITAS



Seorangpenata tari atau koreografer hendaknya memiliki kemampuan yang harus dimiliki meliputu :
      • KEmampuan menggetakkan tubuh
      • Rasa Struktural
      • Kreatifitas

KOREOGRAFI



Koreografi merupakan istilah baru dalam khasanah tari di Indonesia. Istilah ini berasal dari bahasa inggris yaitu choreography. Koreografi adakah penulisan dari sebuah tarian kelompok. Akan tetapi, dalam dunia tari koreografi akan lebih diartikan sebagai sebuah pengetahuan tentang penyusunan geerkana tari,. Sedangkan penyusunnya akan disebut sebegai koreogragfer atau penata tari.
     

TARI MODERN INDONESIA



      pembaharuan tari di Indonesia sebenarnya diawali oleh penari besar bali yaitu Nyoman Mario dengan karyanya Kebyar Duduk atau kebyar Terompong. Perkembangan ini bersamaan dengan menyabarnya gamelan gong Kebyar dari BALI selatan tahun 1925.

ATURAN GERAK KLASIK JOGJA : JOGED MATARAM


ATURAN GERAK KLASIK JOGJA : JOGED MATARAM
Sewidji          : Konsentrasi diserahkan pada satu tujuan. Kesaadaran konsentrasi dalam menari metupakan kesanggupan gerakan yang diperagakan. Makna kesanggupan melakukan sesuatu yang sedang dilakukan dalam bentuk etiket dan impresif.
Greget           : Daya kekuatan emosi. Ungkapan ekspresi peran untuk mewujudkan dinamika, control gerak, dan pengandalian diri secara maksimal.
Kedalaman penghayatan gerak, peran, dan pengendalian diri yang paling penting  dalam melakukan gerak tari.
Sunguh           : Kepercayaan pribadi yang dapat digunakan uuntuk memaknai gerak, kedalaman isi karakter, serta kepercayaan yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas yang dilakukan. Karakter tokoh harus menjadi symbol paraga dalam membawakab peran. Peran terkaitv dengan penghayatan tokoh.
Ora Mingkuh    : Ketebalan prinsip percaya diri. Biasanya berhubungn dengan penjiwaan karakter tokoh, jenis gerak yang dilakukan, serta makna yang harus diungkapkan.

NILAI NORMATIF TARI


NILAI NORMATIF TARI
Nilai normative tari baru saja bergulir. Tari Jawa Yogyakarta, Sumatera, bali, Minang, Sulawesi merupakan awal dari terbentuknya Standarisasi Tari. Pendidikan Menengah Kejuruan (DikMenJur) secara nasional sebagai lembaga pelopor yang menetapkan tari memiliki standar di Indonesia walaupun terkesan terlambat. Dikmenjur menentapkan standar bagi tari jawa Timur, Sunda, Sumatera Barat,dan Sulawesi.
Secara penampilan ketentuan standar penilaian untuk kepenarian yang telah disepakati dan diddukung oleh masyarakat dimana komponen daerah pun turut bertanggung jawab atas pennetapan serupa. Pemberlakuan ketentuan nilai masyarakat normatif tari tersebut tekah diakui oleh banyak kalangan.
Pada Jogged Mataram, ada masalah Sawiji, Greger, Sengguh, Ora Mingkuh, juga mendadi wujud performasi dari kriteria dasar ketentuan normative tarinya. Secara umum, masalah yang sama pun dimiliko oleh masyarakat di daerah lain. Secara lengap, informasi tersebut dapat kita lihat di buku standarisasi tarian tarian sebagai berikut, yaitu Sulawesi, Bali, Sumatera Barat, yang diancu dan dijadikan landasan kepenarian secara konsisten.